Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyebab Lulusan Informatika Gak Bisa Coding

 

Penyebab Lulusan Informatika Gak Bisa Coding

 

Belajar Coding

Lulus dari studi informatika disalah satu perguruan tinggi ternama manapun tidak bisa mengklaim orang  tersebut bisa koding. Lantas kenapa hal ini mampu terjadi?… Baik, kini   kita rinci lebih lebih jelasnya lagi. Ketika kalian tetapkan buat merogoh kocek untuk kuliah pada jurusan teknik informatika, ilmu komputer, atau sistem komputer, pastinya kalian telah memahami bahwa jurusan ini akan  berkutat menggunakan yg namanya kode, baik itu yg mendalam atau tidak.

Tak heran apabila dari mereka yg waktu memasuki perkuliaham saat semester awal merasa tertantang menggunakan jurusan ini, Namun ketika berada dalam pertengahan semester, mereka malah justru berfikir sebaliknya, & yg lebih parah mereka merasa bahwa jurusan yg mereka ambil merupakan sebuah kesalahan terbesar. Faktor inilah yg mengakibatkan kenapa lulusan informatika tidak mampu koding, merasa bahwa  studi yg mereka ambil adalah salah.

 

Tidak Suka Berkutat Dengan Perhitungan

Bagaimana mungkin seseorang lulusan dalam bidang studi informatika tidak senang  berkutat menggunakan perhitungan ?, aku  rasa itu mustahil. Dalam setiap rincinya dalam data, dapat dipastikan ada perhitungan, bahkan pemrograman sendiri terdiri dari kode perhitungan. Perhitungan pada pemrograman merupakan sebuah hal yg tidak bisa dipisahkan. Makanya rata-rata orang programmer & jago coding malah justru berasal dari jurusan matematika. Dan tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa dijurusan matematika, perhitungan merupakan kuliner pokoknya. apabila kalian merupakan orang yg tidak senang berkutat menggunakan perhitungan  yg rumit, aku  rasa kedepannya telah dapat pastikan tidak akan mampu coding. Atau pun bila kalian membiasakan buat mengerti mengenai perhitungan yg rumit itu, niscaya butuh waktu & belajar yg cukup. Namun pada dasarnya ini sudah diajarkan dalam jenjang SMA/SMK, jadi tinggal kalian kembangkan saja pada jurusan informatika.

 

Kurang Menguasai Algoritma Pemrograman

Nah, ini yg paling krusial. Lulusan informatika tidak hanya berkutat menggunakan angka atau perhitunangan, namun wajib menguasai prosedur algoritma pemrograman. Algoritma pemrograman merupakan kapital primer buat mampu menaklukkan code program yg rumit. Dalam prosedur algoritma pemrograman, kalian akan belajar aritmatika, perhitungan dasar & teknik memecahkan perkara dari yg sederhana hingga yg kompleks.

Dan ini sebuah kesalahan bila pada kenyataannya lulusan informatika tidak menguasai prosedur algoritma pemrograman, bahkan lebih bahaya lagi saat tidak mengerti apa itu prosedur algoritma pemrograman. Saya rasa anda memang usahakan bekerja dalam bidang lain selain pemrograman.. hahaha

 

Cara Berfikir Tidak Logis

Berfikir logis memang wajib, diharapkan bisa merangkai sebuah code, apalagi bila code yg kalian  ketik memiliki struktur yg sangat rumit. Tentu kalian harus  mengerti alur sistem itu, kemana & diapakan. Contoh “if then else“. Struktur “apabila maka” ini akan terkesan sederhana & gampang buat dipahami, Namun bila telah memasuki if then else secara bersarang, kaian harus berfikir logis untuk memahaminya. Lantaran seluruh struktur pada pemrograman tidak mampu dilakukan menggunakan asal-asalan, & terdapat alur tersendiri didalamnya.

 

Tidak Total Menguasai Bahasa Pemrograman

Ini penyebab berikutnya, mengapa lulusan informatika tidak mampu coding, yaitu tidak total dalam memahami dasar bahasa pemrograman. Mungkin ini terkesan baik ya, karena engkau  melakukan upgrading skill menurut bahasa pemrograman usang   ke yg baru.

Justru berdasarkan aku  ini merupakan sebuah kesalahan. Mengapa demikian?, lantaran dalam dasarnya struktur pemrograman itu sama, kecuali OOP & Prosedural, maksud aku  menurut sisi grammernya model if, if then else, for, while, do, do while. Semua bahasa pemrograman dapat dipastikan memiliki itu. Saran saya  apabila kalian  memang ingin jago coding, paling tidak  wajib  kuasai bahasa tadi secara aporisma  sampai membentuk sebuah sistem atau program yg bagus menggunakan bahasa tadi, baru kalian mendalami bahasa baru tadi.

 

Bahasa Inggris Yang Lemah

Tidak dapat dipungkiri bahwa hampir seluruh elemen dalam bahasa pemrograman adalah Bahasa Inggris termasuk dokumentasi masing-masing bahasa pemrogramannya. Jika kalian emang bener-bener pengen terjun kedunia coding maka setidaknya kalian harus paham atau minimal sedikit mengerti Bahasa inggris. Didunia global komputerisasi memang hal harus  yg wajib  engkau  kuasai, terutama pada jurusan informatika yg berkutat menggunakan coding.

 Memang menjadi sebuah nilai tambah bagi kalian yang menguasai bahasa inggris ini, terutama ketika kalian  akan melamar pekerjaan. Intinya jangan sampek tidak memahami sama sekali. Sebab apabila kalian tidak memahami & tidak mau belajar, maka kedepannya kalian pasti kesulitan buat belajar coding menggunakan bahasa pemrograman yg kalian  pilih.

 

Malas-Malasan Membaca Dokumentasi

Selain hal diatas, kalian juga harus sering membaca atau mempelajari dokumentasi dari tiap bahasa pemrograman yang kalian pilih. Jika kalian malas membaca dokumentasi bahasa pemrograman, karna dalam dokumentasi tiap bahasa pemrograman  memudahkan kalian memahami fungsi-fungsi dalam bahasa tersebut yang mungkin tidak ditemukan ditempat lain dan juga dengan sering membaca dokumentasi kalian secara tidak langsung belajar Bahasa Inggris. Contoh saja pada dokumentasi seperti Bahasa PHP, Java, Python dan lain-lain, yang dapat dipastikan dokumentasi tersebut dalam bahasa Inggris. Untuk memahami dokumentasi tadi kalian  wajib  menguasai minimal mengerti bahasa inggris, & telah saya  bahas dalam poin ke 5.

Dokumentasi memang sangat krusial pada pemrograman, bagaimana tidak, buat tahu dasar dari teknologi modern umumnya developer menuangkannya pada sebuah dokumentasi penggunaan secara lengkap.

 

Lulus Hanya Lantaran Mau Nyari Kerja Dengan Gaji Gede

Nah terakhir merupakan tujuan hampir semua para Mahasiswa Informatika, termasuk Saya hehehe. Hal inilah yang menyebabkan banyak mahasiswa Informatika tidak bisa coding dan kebanyakan mahasiswa hanya pengen cepet lulus dan mendapatkan Ijazah kemudian melamar perkerjaan dengan mengandalkan Ijazah tersebut, yang ternyata mencari kerja yang sesuai lebih sulit daripada lulus itu sendiri. Dikarenakan kita kurang memahami atau belajar materi yang sesuai dengan jurusan kita. Kelulusan memang menandakan kita pernah belajar materinya tapi tidak dengan ilmunya. Perlu kita sadari bahwasanya dunia mengalami kemajuan yang luar biasa dalam hal teknologi dan jika tidak menguasainya maka kita akan dikausai teknologi tersebut.  

Lanjut kedunia kerja, kita akan menghadapi bahwasanya yang diperlukan perusahaan adalah skill coding kita bukan ijazah. Apa lagi kini perusahaan mengeluhkan susahnya mencari SDM IT yg memiliki kualitas coding yg baik & bisa memecahkan konflik perusahaan. Jadi mending mulai kini  kalian harus belajar dalam skill koding kalian. hehehe..

 

Kesimpulan

Dari penyebab-penyebab diatas, saya harap kalian mampu membuat keputusan, bahwa kalian wajib  berbuat apa kedepannya. Tapi 7 penyebab diatas wajib kalian hindari. Sekian artikel kali inin, semoga bermanfaat bagi kalian. Jangan lupa share dan baca artikel lainnya seputer global pemrograman komputer.

Posting Komentar untuk "Penyebab Lulusan Informatika Gak Bisa Coding"